Showing posts with label Pengabdian Masyarakat. Show all posts

Kelompok 1 KKN Unmer 2013

Kelompo1 KKN Unmer Malng

Peserta KKN dilepas oleh Rektor Universitas Merdeka Prof.Dr.Anwar Sanusi,SE.M.Si pada tanggal 20 Agustus dan dijemput kembali pada tanggal 23, pelaksanaan KKN kurang lebih akan dilaksanakan selama satu bulan lebih tiga hari, KKN Unmer 2013 ini dilaksanakan oleh delapan kelompok KKN, masing-masing kelompok berjumlah 37-40 orang. Banyak agenda yang disusun oleh masing-masing pos daya (Pos Pemberdayaan Keluarga).

Setiap kelompok KKN membentuk masing-masing lima pos daya, yang pertama yaitu : Pos Daya Lingkungan, Agama, Pendidikan, Ekonomi Produktif, dan Kesehatan. Untuk KKN kelompok I ditempatkan di Desa Ketindan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Desa ketindan bisa dikatakan sebuah desa yang sudah cukup berkembang, dilihat dari tingkat pendidikan dan taraf hidup masyarakatnya.

Dengan masyarakatnya yang baik, ramah dan murah senyum membuat kami merasa nyaman untuk tinggal di Desa Ketindan, apalagi Kepala Desanya menyambut kami dengan sangat ramah, dan sangat kooperif terhadap apa yang kami programkan.
Di Desa Ketindan terdapat dua Pondok Pesantren, Pondok Pesantren Hasbunalloh yang merupakan Pesantren untuk rehabilitasi pecandu obat-obatan terlarang, dan satunya lagi adalah Pondok pesantren Al-Mustaqim. Desa ini juga berdekatan dengan kebun teh Wonosari yang membuat kami tambah betah untuk tinggal.

Inti dari semua program KKN 2013 ini adalah; bagaimana memberdayakan kelurga, supaya setiap keluarga bisa hidup mandiri, dan sejahtera, apabila kita menginginkan Negara ini sejahtera adil dan makmur maka harus dimulai dari titik terkecil yaitu keluarga.



KKN POS DAYA 2013 Universitas Merdeka Malang


Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bagian dari sistem pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa di luar kampus agar mahasiswa hidup ditengah-tengah masyarakat bersama masyarakat untuk membantu dan mendampingi masyarakat memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) lokal dan sumberdaya manusia (SDM) yang ada untuk mengatasi permasalahan masyarakat dalam kurun waktu tertentu.

Kegiatan KKN Posdaya dilaksanakan secara ilmiah, sistematis dengan menempatkan penduduk dan keluarga sebagai titik sentral pembangunan, serta berkesinambungan. Selanjutnya, KKN Tematik Posdaya diarahkan dengan tujuan memperkuat kemampuan keluarga dan masyarakat secara mandiri. Posdaya sebagaimana telah dikemukakan adalah suatu lembaga masyarakat yang berfungsi atau dapat dimanfaatkan sebagai forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, edukasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu yang dilaksanakan dari, oleh dan untuk keluarga dan masyarakat.

KKN Posdaya merupakan sebagai terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat, melalui pemanfaatan potensi SDM dan SDA lokal. Dari sudut masyarakat penerima, KKN Posdaya membantu membentuk, mengisi dan mengembangkan Lembaga Posdaya di desa atau pedukuhan secara sistematis. Posdaya yang dibentuk merupakan wadah bagi keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam bidang kewirausahaan, pendidikan dan pelatihan ketrampilan, kesehatan, Agama dan lingkungan, yang sekaligus merupakan upaya memperbaiki kualitas sumber daya manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Rata-rata perguruan tinggi di Indonesia telah melaksanakan program KKN ini, untuk menunjang Tri Darma perguruan tinggi yang meliputi Pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian kepada masyarakat. namun dikampus Unmer sendiri Program KKN tidak memiliki bobot SKS untuk penilaian, walaupun begitu program ini wajib untuk diikuti oleh Mahasiswa, setelah KKN Mahasiswa diberikan sertifikat sebagai persyaratan untuk mengajukan Skripsi atau tugas akhir.

KKN di Universitas Merdeka dilaksanakan dua kali setahun, dengan mengangkat tema tertentu, masing-masing  kelompok berjumlah 30 sampai 40 orang, dari masing-masing kelompok tersebut dibagi lagi menjadi lima bidang diantaranya aitu : Pendidikan, Agama, Lingkungan, Kesehatan, dan Ekonomi Produktif.

Pada kegitan KKN ini saya ditempatkan dikelompok 1 yang berlokasi di Desa Ketindan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, bagi saya lokasi ini adalah lokasi paling asyik dibandingkan kelompok lain, karena lokasi KKN Kelompok 1 berdekatan dengan kebun teh, kolam renang, kolam pemancingan, lembaga pendidikan Islam, dan dengan masyarakatnya yang ramah-ramah.

KKN 1 Unmer Ceria


(Bersambung)

Sedimentasi Sampah di Bendungan Sengguruh

Tumpukan Sampah di Bendungan Sengguruh

Hujan terkadang membawa berkah, dan terkadang juga membawa musibah, hujan yang membawa musibah tidak lepas dari pengaruh tangan-tangan oknum manusia, seperti halnya tanah longsor, dan banjir dikarenakan ulah oknum manusia yang menebang pohon sembarangan, hobi membuang sampah tidak pada tempatnya, bahkan tidak jarang diantara mereka membuangnya di Sungai sehingga menyebabkan air sungai tercemar, merusak ekosistem yang ada didalam air, menyebabkan sedimentasi sampah terutama di bendungan-bendungan yang dimanfaatkan sebagai pusat listrik tenaga air.

Seperti halnya di Bendungan Sengguruh Kepanjen Kabupaten Malang, setiap musim penghujan, sampah yang tertahan di bendungan ini mencapai sekitar 200 kubik per harinya, sebuah peningkatan yang amat drastis apabila dibandingkan dengan musim kemarau yang hanya mencapai sekitar 30 kubik perhari, hal ini terjadi karena Bendungan Sengguruh merupakan bendungan yang terletak dihulu sungai sehingga menjadi terminal pertama sampah kiriman yang kebanyakan berasal dari daerah perkotaan, seperti Kota Batu, Kota Malang dan daerah sekitarnya.

Endapan sampah dan sedimen, berdampak pada produksi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang mengalami penurunan dari produksi listrik yang awalnya mencapai 29 Mega Watt turun menjadi sekira 18 MW per hari,  Jika sedimentasi dan sampah terus berlanjut, maka bisa mengancam rusaknya bendungan. 

Pencemaran dan sedimentasi merupakan masalah utama bagi kelangsungan hidup ekosistem didalamnya dan waduk yang selama ini dimanfaatkan sebagai pembangkitan tenaga listrik.

Hal ini menjadi indikator bahwa masyarakat masih belum memiliki kedewasaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya. untuk masalah sampah ini, semua element harus turun tangan untuk menyelesaikannya, mulai dari pemerintah, tokoh-tokoh Agama (supaya khutbahnya tidak monoton tentang ibadah saja), Tokoh masyarakat, Lembaga-lembaga pendidikan, Perguruan tinggi, LSM dan semua elemen lainnya.

Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan perda terkait larangan membuang sampah di Sungai, lengkap dengan sangsi-sangsinya, namun realitanya hanya sebagai tampangan papan pengumuman yang dinilai sebagai tulisan tanpa makna, karena tidak adanya pemantauan langsung dan tindakan tegas. 

Mari kita sama-sama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan alngkah baiknya lagi bisa didaur ulang, cintailah lingkungan kita demi anak cucu kita kelak.
#SaveEarth


Proses Pengerukan Sampah


Tumpukan Sampah

Untuk solusi pengelolaan sampah, berikut penulis cantumkan link cara efektif pengelolaan sampah http://www.slideshare.net/infosanitasi/pengolahan-sampah-11776921




Ceria Teknik Unmer Untuk Anak-Anak Panti


Dihari ke 15 dari bulan Juli BEM Fakultas Teknik mengundang saya untuk memberikan matery motivasi pada anak-anak panti asuhan seusia SD-SMA, awalnya saya sangat berat untuk mengiyakan undangan tersebut,karena kapasitas saya bukanlah seorang motivator ulung yang mampu membakar semangat seperti motivator-motivator yang usdah ternama di Kota Malang, karena tidak biasanya bagi saya untuk menyampaiakn matery motivasi, karena bbiasanya lembaga kemahasiswaan Unmer (UKM,BEM) mengundang saya untuk matery-matery tentang keorganisasian, akan tetapi karena desakan dari ketu BEM Teknik, dengan mengucapkan Bismillah saya akhirnya menerima undangan tersebut.
Lokasi Acara “Ceria Teknik bersama anak Panti” terletak di wilayah Kota Batu, sekitar 1 jam perjalanan menggunakan mobil dari kampus, dengan mengggunakan dua mobil dinas Fakultas Teknik pagi-pagi sekitar Pukul.8.00 akhirnya saya bersama rombongan berangkat ke Lokasi acara dengan berbagai perlengkapan yang sudah dipersiapkan Panitia.
Matery yang saya sampaiakan pada kesempatan tersebut tidak jauh dari keinginan kebanyakan para siswa yaitu : menjadi Siswa yang berprestasi, saya berusaha untuk bisa membaca pola pikir audience supaya apa yang didengarkan dari saya bisa diterima dan dicerna dengan mudah, Alhamdulillah ternyata audience yang terdiri dari anak-anak panti asuhan menyimak dengan antusias, sehingga beberapa dari mereka ada yang mengutarakan pertanyaan dan bahkan mengeluarkan aspirasi dan pemikiran-pemikiran yang masih terpendam dalam pikiran mereka.
Acara “Ceria Teknik bersama anak Panti” dirangkai dengan berbagai agenda diantaranya yaitu : Training Motivasi, Games, Music Band dan pemberian santunan berupa alat-alat yang dibutuhkan di Pondok. Acara yang diadakan oleh BEM Teknik ini Alhamdulillah berjalan dengan sukses, bisa dilihat dari semenjak acara akan berakhir adik-adik dari panti asuhan merasa sangat berat untuk ditinggalkan, sehingga diantara mereka ada yang sampai menangis, dan menahan panitia untuk pergi.
Pegalaman yang luar biasa bisa berbagi kesenangan dengan para yatim piatu, Rasululloh juga sangat-sangat menghormati dan memuliakan anak yatim, sampai-sampai belia bersabda didalam salah satu haditsnya yang intinya adalah : Barang siapa yang memuliakan anak yatim maka baginya akan mendapatkan syurga dan akan bersama dengan nabi, ibarat kedekatan Jari telunjuk dengan jari tengah.

Melestarikan Bahasa Sasak


Indonesia terdiri dari beribu-ribu Pulau yang terbentang mulai dari Sabang di Barat hingga Marauke di timur kesemuanya tergabung dalam negara kesatuan Rebublik Indonesia, walaupun berbeda-beda akan tetapi tetap satu jua, satu bahasa, satu bangsa, satu tanah air, yang berdiri tegak diatas 4 Pilar kebangsaan yaitu : UUD, NKRI,Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila.
Tidak seperti di sebagaian negara-negara lainnya memiliki hanya satu suku, dan satu bahasa sehingga memudahkan masyarakatnya didalam berkomunikasi satu dengan yang lainnya, berbeda dengan negara kita Indonesia yang kaya akan suku, ras, budaya, dan bahasa yang mencapai ribuan macam bahasa, tentunya akan menyulitkan untuk saling berinteraksi antara pulau yang satu dengan yang lain.
Maka Oleh karena itu pemerintah Indonesia sejak kemerdekaannya tahun 1945 menetapkan satu bahasa nasional yang bisa dimengerti diberbagai pulau di Indonesia yaitu Bahasa Indonesia, itulah bahasa pemersatu kita. Bahasa nasional ini memberikan dampak positif dan juga memberikan dampak negatif akan keberlangsungan bahasa daerah, yang lambat laun  akan menyebabkan bahasa daerah akan punah dan hanya tinggal sejarah.

Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Metro Kota Malang


Air yang Jatuh ke sungai Metro Kota Malang sebagi sumber untuk PLTMH


Krisis energi yang terjadi di dunia dewasa ini sangat berdampak buruk pada kehidupan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat golongan menengah ke bawah/golongan masyarakat ekonomi lemah. Salah satu jenis energi yang sering dibutuhkan masyarakat adalah jenis energi listrik. Saat ini bangsa kita sedang mengalami krisis energi listrik. Hal itu ditandai dengan rencana pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik. Dengan demikian, tentu masyarakat golongan menengah kebawahlah/golongan masyarakat ekonomi lemah yang menjadi beban dan korban.

Sedangkan dengan keadaan yang sekarang ini, dengan jumlah masyarakat yang menggunakan jasa PLN, PLN sudah sangat kuwalahan sekali dalam melayani kebutuhan listrik yang semakin hari semakin meningkat. Bahkan PLN tidak segan-segan untuk melakukan kebijakan, yaitu kebijakan pemadaman lampu secara bergilir untuk daerah perkotaan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Padahal perkotaaan merupakan salah satu aset perkembangan ekonomi masyarakat dan negara. Di mana kita bisa lihat banyak lembaga pendidikan (sekolah – sekolah dan Perguruan Tinggi) dan juga para pengusaha yang semua aktivitasnya sangat bergantung pada energi listrik. Jika PLN sering melaksanakan kebijakan pemadaman lampu secara bergiliran, maka berapa kerugian yang akan ditanggung oleh para pengusah, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Aktivitas mereka akan mengalami kemacetan.

Berdasarkan keadaan di atas PLN tidak akan mampu mengembangkan pendistribusian listrik sampai ke pelosok-pelosok desa. Oleh karena itu perlu adanya energi alternatif (energi terbarukan) yang dapat meringankan beban listrik yang ditanggung oleh PLN. Salah satu energi alternatif tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

PLTMH merupakan salah satu energi alternatif yang sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia. Kita tahu bersama bahwa Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar pada energi air. Banyak aliran irigasi dan sungai-sungai yang mengalir mulai dari lokasi pegunungan hingga turun ke laut tanpa termanfaatkan dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka kita bisa memanfaatkannya untuk pengembangan teknologi PLTMH.
PLTMH juga bisa menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya  kelestarian air. Air merupakan kebutuhan utama semua makhluk hidup, mulai dari manusia hewan sampai tumbuh-tumbuhan.  Maka sudah sepatutnya kita bersama-sama menjaga kelestarian Air ini. Saat ini banyak masyarakat yang merusak kelestarian air khususnya sungai, mereka memanfaatkannya sebagai pembuangan sampah-sampah rumah tangga. Tidak hanya itu sebagian besar masyarakat masih memiliki asumsi dan pendekatan serta pola pikir dan penalaran yang amat sangat jauh dari pengertian bahwa lingkungan alam sebagai sumber tampungan (storage) sekaligus sebagai daerah resapan air masih belum dilestarikan. Hal ini sangat berbahaya karena akan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang mengakibatkan terjadinya bencana alam.

Maka perlu kita libatkan masyarakat untuk menjaganya, yaitu dengan mengajak mereka untuk mengembangkan PLTMH ini untuk kebutuhan mereka sendiri. Mereka tidak akan membuang sampah di sungai karena mereka akan merasa khawatir bahwa sampah akan menyumbat aliran air yang akan measuk ke mikro hidro selain itu mereka juga merasa bertanggung jawab juga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya.

Sumber energi yang dihasilkan PLTMH ini merupakan sebuah alternatif yang menggunakan teknologi sederhana. Dengan bermodalkan generator murah buatan Cina dan turbin sederhana dari kayu yang ditempatkan dalam sebuah power house, listrik telah bisa dihasilkan. Jalur distribusi pun hanya mengandalkan kabel-kabel yang direntangkan langsung menuju rumah.