Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Membongkar Isi Dalam Remot Televisi

Bismillahirrohmanirrohim


Kota Malang.  Tangan kita mungkin sudah sangat reflex dengan tombol-tombol yang dalam remot TV,  Remot tersebut anda pergunakan untuk mengganti berbagai channel yang sudah tersedia. Baiklah sekarang kita akan membedah apa yang ada didalam remot TV.


Remote control menggunakan LED (Light Emitting Diode) infra merah yang berfungsi sebagai pengirim (transmitter) pola sinar infra merah. LED infra merah adalah sejenis lampu kecil yang memiliki dioda yang akan memancarkan cahaya infra merah apabila diberi arus. Kemudian sinar yang dipancarakan oleh sinar Infra merah (apabila diarahkan ke Objek Televisi) akan diterima oleh Receiver pada Televisi. Receiver yang digunakan adalah sebuah foto transistor infra merah. Jika pola sinyal infra Red yang diterima bersesuaian dengan salah satu instruksi, seperti instruksi menaikkan volume suara pada pesawat televisi, maka volume suara pesawat televisi tersebut akan dinaikkan. Jika pola sinar infra merah yang dibaca tidak dapat dikenali maka pesawat televisi akan mengabaikannya. Hal ini mungkin saja terjadi jika sebuah pesawat remote control untuk peralatan lain yang berada tidak jauh dari pesawat televise tersebut sedang digunakan. Bentuk kode sinyal tersebut untuk masing-masing tombol tergantung kepada perusahaan produsen peralatan elektronika.


Apabila anda membuka tutup dibelakang Remot maka anda akan menemukan papan sirkuit (yang berisikan berbagai komponen elektronik) dan kotak tempat baterai. Pada sirkit teresebut anda Akan menemukan Chip TA11835 (pada umumnya remot menggunakan Chip ini), chip ini memiliki 18 Pin ganda, Di sebelah kanan chip, Anda dapat melihat dioda, transistor (hitam, dengan tiga kaki), resonator (kuning), dua resistor (hijau) dan kapasitor (biru tua). Sebelah kontak baterai ada resistor (hijau) dan kapasitor. Di sirkuit ini, chip dapat mendeteksi ketika tombol ditekan. Ini kemudian diterjemahkan menjadi sesuatu seperti kode morse, dengan urutan yang berbeda untuk setiap kunci yang berbeda. Chip mengirimkan sinyal ke transistor untuk memperkuat sinyal.



Selanjutnya cobalah anda buka /dibalik papan sirkuit remot anda, anda dapat melihat jalur-jalur elektronik dari fiber glass yang dipatri dengan tembaga, itulah yang menghubbungkan kompenen elektronik satu dengan lainnya.
Anda juga dapat melihat serangkaian titik kontak untuk tombol. Tombol itu sendiri terbuat dari lembaran karet tipis. Untuk setiap tombol ada disk konduktif hitam. Ketika disk menyentuh kontak pada papan sirkuit cetak, akan terbaca oleh chip. 


Pada ujung papan sirkuit terlihat LED (Light emiting Diode) yang akan memancarkan sinar infra merah. Sinyal infra merah yang dikirimkan oleh remot tidak akan dapat dilihat oleh mata kita, karena sinar infra merah tidak termasuk gelombang elektromagnetik pada spectrum cahaya tampak. Maka apabila anda ingin melihat sinar infra merah itu seperti apa…, cukup hanya menyiapkan kamera handphone kemuadian remot TV diarahkan ke arah kamera hanphone dengan memencet salah satu tombol remot.

Jadi, Sistem kerja yang terdapat pada remot pesawat televisi adalah :

Apabila tombol remot ditekan :
1.            Chip akan menerima instruksi dari tangan anda yang menekan tombol
2.            Kemudian Transistor akan memperkuat sinyal yang anda berikan
3.            Dan transistor mengirim informasi ke LED,
4.            Kemudian LED akan memancarkan sinar infra merah, dan akan
          diterima oleh   receiver yang ada pada pesawat televise.

Yapz,…demikian yang dapat saya share pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat,
Wallohu a`lam bisshowab.

Referensi :  
www.howstuffworks.com

BELAJAR SENDIRI MIKROKONTROLER LENGKAP (Volume 5)



 BAB INSTRUKSI-INSTRUKSI MIKROKONTROLER MCS-51
Ilustrasi


17.       Umum.     Sebuah mikrokontroler tidak akan bekerja bila tidak diberikan program kepadanya. Program tersebut memberitahu mikrokontroler tentang apa yang harus dia lakukan.  Mikrokontroler MCS-51 memiliki 256 perangkat instruksi. Seluruh instruksi dapat dikelompokkan dalam 4 bagian yang meliputi instruksi 1 byte sampai 4 byte. Apabila frekuensi clock mikrokontroler yang digunakan adalah 12 MHz, kecepatan pelaksanaan instruksi akan bervariasi dari 1 sampai 4 mikrodetik.
Instruksi yang dimiliki oleh mikrokontroler MCS-51 pada dasarnya digolongkan menjadi :
            a.         Instruksi  operasi aritmatika.
            b.         Operasi logika.
            c.         Transfer data.
            d.         Operasi manipulasi Boolean.
            e.         Perintah  percabangan. 
Aturan penulisan bahasa assembly-nya tidak jauh berbeda dengan bahasa assembly untuk IBM PC.  Masing-masing instruksi dapat dijelaskan dalam tabel-tabel di bawah ini.

18.       Instruksi MCS-51.
   a.         ADD (Add Immediate Data)
   Operand        : A       Akumulator
                           : data  - 256 <= data <= + 255
   Format            : ADD A, #data
   Operasi          : (A) <- (A) + data
   Keterangan   : instruksi ini menambah 8 bit data langsung ke dalam isi      akumulator dan menyimpan hasilnya pada akumulator.
   b.         ADD (Add Indirect Address)
   Operand        : A       Akumulator
                           : Rr      Register   0 <= r <= 1
   Format            : ADD A, @Rr
   Operasi          : (A) <- (A) + ((Rr))
Keterangan   : instruksi ini menambah isi data memori yang lokasinya ditunjukkan oleh nilai register r ke isi akumulator dan menyimpan hasilnya dalam akumulator.
   Contoh           : ADD A, @R1

   c.         ADD (Add Register)
   Operand        : A       Akumulator
                           : Rr      Register   0 - 7  
   Format            : ADD A, Rr
   Operasi          : (A) <- (A) + (Rr)
Keterangan   :  instruksi ini menambah isi register r dengan isi akumulator            dan     menyimpan hasilnya dalam akumulator.
   Contoh           : ADD A, R6

d.         ADD (Add Memori)
Operand        : A       Akumulator
                        : Alamat data 0 <= Alamat data <= 256
Format            : ADD A, Alamat data
Keterangan   : instruksi ini menambah isi alamat data ke isi kumulator dan menyimpan hasilnya dalam akumulator.
Contoh           : ADD A, 30H

e.         ADDC (Add Carry Plus Immediate Data To Accumulator)
Operand        : A       Akumulator
                        : data  -256 <=  data <= +255
Format            : ADDC A, # data
Operasi          : (A) <- (A) + (C) + data
Keterangan   : instruksi ini menambah isi carry flag (0 atau 1)  ke dalam isi akumulator.Data langsung 8 bit ditambahkan ke akumulator.
Contoh           : ADDC A,#0AFH

f.          ADDC (Add Carry Plus Indirect Address To Accumulator)
Operand        : A       Akumulator
                        : data  Register 0 <= r <= 1
Format            : ADDC A, @Rr
Operasi          : (A) <- (A) + (C) + ((Rr))
Keterangan   : instruksi ini menambah isi carry flag (0 atau 1)  dengan isi akumulator. Isi data memori pada lokasi yang ditunjukkan oleh register Rr ditambahkan dan hasilnya disimpan dalam akumulator.
Contoh           : ADDC A,@R1

g.         ADDC (Add Carry Plus Register To Accumulator)
Operand        : A       Akumulator
                        : data  Register 0 <= r <= 7
Format            : ADDC A, Rr
Operasi          : (A) <- (A) + (C) + (Rr)
Keterangan   : instruksi ini menambah isi carry flag dengan isi akumulator. Isi register r ditambahkan dan hasilnya disimpan dalam akumulator.
Contoh           : ADDC A,R7

h.         ADDC (Add Carry Plus Memory To Accumulator)
Operand        : A       Akumulator
                        : Alamat data 0 <= Alamat data <= 255
Format            : ADDC A, Alamat data
Operasi          : (A) <- (A) + (C) + (Alamat data)
Keterangan   : instruksi ini menambah isi carry flag dengan isi akumulator. Isi dari alamat data tertentu  ditambahkan pula dan hasilnya disimpan dalam akumulator.
Contoh           : ADDC A,30H

i.          AJMP (Absolute Jump Within 2K byte Page)
Operand        : Alamat kode
Format            : AJMP alamat kode
Operasi          : (PC) <- (PC) + 2
                       : (PC) 0-10 <- page address
Keterangan   : instruksi ini meletakkan bagian bawah 11 bit dari pencacah program dengan 11 bit alamat yang dikodekan.

j.          ANL (Logical AND Immediate Data to Accumulator)
Operand        : A       Akumulator
                        : data  -256 <=  data <= +255
Format            : ANL A, #data
Operasi          : (A) <- (A) AND data
Keterangan   : instruksi ini meng-AND kan data 8 bit secara langsung dengan isi akumulator.
Contoh           : ANL A,#00001000B

k.         ANL (Logical AND Indirect Address to Accumulator)
Operand        : A       Akumulator
                        : data  Register 0 <=  r <= 1
Format            : ANL A, @Rr
Operasi          : (A) <- (A) AND ((Rr))
Keterangan   : instruksi ini meng-AND kan isi memori yang lokasinya ditunjukkan oleh isi register r dengan isi akumulator.
Contoh           : ANL A,@R0
l.          ANL (Logical AND Register to Accumulator)
Operand        : A       Akumulator
                        : data  0 <=  Rr <= 7
Format            : ANL A, Rr
Operasi          : (A) <- (A) AND (Rr)
Keterangan   : instruksi ini meng-AND kan isi register r dengan isi akumulator.

m.        ANL (Logical AND Memory to Accumulator)
Operand        : A       Akumulator
                        : Alamat data 0 <=  Alamat data <= 255
Format            : ANL A, Alamat data
Operasi          : (A) <- (A) AND (Alamat data)
Keterangan   : instruksi ini meng-AND kan isi alamat data dengan isi akumulator.
Contoh           : ANL A,35H

n.         ANL (Logical AND Bit to Carry Flag)
Operand        : C       Carry flag
                        : Alamat bit    0 <=  alamat bit <= 255
Format            : ANL C, Alamat bit
Operasi          : (C) <- (C) AND (Alamat bit)
Keterangan   : instruksi ini meng-AND kan isi alamat bit tertentu dengan isi carry flag. Jika keduanya 1 maka hasilnya 1, selainitu hasilnya 0. Hasilnya ditempatkan pada carry flag.
Contoh           : ANL C, 37.3

BELAJAR SENDIRI MIKROKONTROLER LENGKAP (Volume 4)


BAB TIMER/COUNTER

Ilustrasi

14. Umum. Mikrokontroler MCS-51 memiliki 2 buah timer/counter pada jenis 8051, sedangkan pada jenis 8052 terdapat 3 buah timer/counter. Timer/counter tersebut memiliki lebar data 16 bit. Perbedaan fungsi timer/counter terletak pada pulsa yang dicacah. Jika yang dicacah adalah pulsa clock internal, maka fungsi yang dijalankan adalah sebagai timer, sedangkan jika yang dicacah adalah pulsa eksternal, maka fungsinya adalah counter.
           Timer/counter digunakan misalnya untuk menghitung rentetan pulsa, atau pembangkitan delay (jeda) waktu yang presisi, pengukuran lebar pulsa, maupun penentuan frekuensi pulsa. Semua fungsi-fungsi tersebut sebenarnya bisa dikerjakan melalui manipulasi software. Akan tetapi pekerjaan prosesor pusat akan menjadi terkungkung pada rutin-rutin tersebut sehingga aplikasi-aplikasi lain menjadi sulit untuk dilaksanakan. Karenanya akan lebih meringankan jika beban pekerjaan  digantikan oleh hardware timer/counter sebagaimana yang tersedia secara internal.
      Pemakaian timer/counter diatur melalui register TMOD dan TCON. Register data counter terdiri dari masing-masing dua byte, yaitu :
            a.         TH0 dan TL0 untuk Timer 0,
            b.         TH1 dan TL1 untuk Timer 1,
            c.         TH2 dan TL2 untuk Timer 2. 

15.  Mode Operasi. Timer/counter dapat dioperasikan dalam 4 mode. Pengaturan mode ini melalui bit-bit M1 dan M0 pada register TMOD (lihat pada bab mengenai register). Fungsi timer mencacah pulsa clock internal dengan frekuensi 1/12 frekuensi osilator, sedangkan fungsi counter mencacah pulsa clock eksternal melalui pin   T0, T1 atau T2. Untuk lebih mudahnya pada pembahasan selanjutnya istilah timer/counter cukup disingkat sebagai timer saja
a.  Mode 0.   Pada mode ini timer 1 bekerja dengan lebar data 13 bit,    terdiri dari 8 bit tinggi pada register TH1   dan 5 bit rendah pada register TL1. Bit tertinggi sejumlah 3 pada register TL1 tidak dipergunakan dan isinya acak. Pada saat pencacahan mencapai data 07FFh (semua bit pada register timer 13 bit adalah 1) maka pada pencacahan berikutnya data pencacahan menjadi 0000h (terjadi overflow). Di saat kondisi ini terjadi timer 1 men-set flag interrupt TF1 pada register TCON. Untuk mengaktifkan pencacahan pada timer 1, ada dua      metode yang bisa dilakukan yaitu :
1)   Sinyal  trigger  start timer oleh hardware. Bit GATE pada  register TMOD    diset '1' dan bit TR1  pada  register  TCON  diaktifkan. Timer/counter 1 aktif jika pin INT   1 dalam kondisi high.
2)  Sinyal  trigger start timer oleh software. bit GATE pada register TMOD  diclear.  Timer/counter  1 aktif jika  TR1 pada register TCON diaktifkan.
            Pengaturan yang dilakukan pada timer 0   adalah identik dengan timer 1 seperti di atas.
      b. Mode 1. Pada mode ini timer  bekerja dengan lebar data 16 bit. Pengaturan dan metode kerjanya sama dengan mode 0.
      c.  Mode 2. Pada mode ini timer 1  bekerja dengan lebar data 8 bit pada register TL1. Register TH1 diisi dengan data yang akan otomatis dimuat ke  TL1 sebagai harga awal setelah terjadi overflow. Overflow sebagaimana pada mode 0 dan 1 akan men-set bit TF1 pada register TCON. Pengaturan yang dilakukan pada timer 0 adalah identik dengan timer 1 seperti di atas.
      d.  Mode 3.Timer 1 pada mode 3 berada pada posisi hold (menggenggam) register pencacahannya dan berhenti bekerja. Sedangkan      timer 0 bekerja sebagai dua buah timer 8 bit, masing-masing adalah TH0 dan TL0. Pengaturan timer TL0 adalah melalui bit TR0, dan bit TF0 akan di -set   jika terjadi overflow.  Pada timer TH0 pengaturannya adalah melalui bit TR1, dengan bit TF1 akan di-set jika overflow. Jika timer 0 bekerja dengan mode 3, maka timer 1 dapat bekerja dengan mode     0,1, atau 2 kecuali dengan kondisi TF1 tidak dapat di-set oleh timer 1 jika terjadi overflow, karena TF1 diset oleh timer TH0.

16.Tentang Timer 2.  Timer/counter 2 hanya terdapat pada jenis 8052.  Pemilihan mode timer/counter dapat dilakukan dengan mengatur bit C/-T2 pada register T2CON. Timer ini memiliki 3 mode operasi:  capture, auto-load, dan baud-rate generator. Pemilihan mode operasi melalui register T2CON sebagaimana tabel berikut :



Tabel 6.1 Pengaturan Mode Operasi Timer 2

RCLK / TCLK
CP / RL2
TR2
MODE
0
0
1
16-bit auto-reload
0
1
1
16-bit capture
1
X
1
baud rate generator
X
X
0
(off)

a.16-bit auto-reload.   Mode ini memiliki dua pilihan bergantung pada           isi bit EXEN2. Pilihan pertama adalah untuk EXEN2=0. Pada saat transisi data 16 bit yang kesemuanya '1' (data 0FFFFh) menjadi data yang            kesemuanya '0' (0000h) pada Timer 2 yaitu terjadi overflow, maka TF2 pada   register T2CON akan diset. Pada saat yang sama isi register RCAP2H akan   dimuat sebagai harga awal TH2 dan isi register RCAP2L akan dimuat sebagai    harga awal TL2.
                  Pada kondisi EXEN2=1  timer 2 bekerja seperti di atas dengan tambahan             bahwa transisi 1 ke 0 pada pin T2EX juga akan menyebabkan pemuatan kembali data             16 bit dari register RCAP2H ke TH2 dan RCAP2L ke TL2, sekaligus men-set  bit EXF2 pada register T2CON.
b.16-bit capture. Mode ini memiliki dua pilihan bergantung pada isi bit EXEN2. Pilihan pertama adalah untuk EXEN2=0. Pada saat transisi data 16 bit yang kesemuanya '1' (data 0FFFFh) menjadi data yang kesemuanya '0' (0000h) pada Timer 2 yaitu terjadi overflow, maka TF2  pada register  T2CON akan diset. Pada kondisi EXEN2=1  timer 2 bekerja seperti di atas dengan tambahan   bahwa transisi 1 ke 0 pada pin               T2EX  juga   akan   menyebabkan   pemuatan data 16 bit dari register TH2 ke RCAP2H dan TL2 ke RCAP2L, sekaligus   men-set  bit    EXF2   pada register T2CON.
c. Baud-rate generator. pembahasan mengenai ini telah ada pada pembahasan mengenai serial port pada bab sebelumnya.
d.Off. Mode ini menghentikan operasi timer 2.