Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Idul Fitri 1436 H di Selong LOTIM

Shalat Idul Fitri di Selong

Sebagaimana yang telah diumumkan oleh Menteri Agama, bahwa hari raya idul fitri jatuh pada Hari Juma`at tanggal 17 Juli 2015, semarak masyarakat menyambut hari kemenangan sangat antusias diberbagai Kota hingga ke pelosok desa, tak ketinggalan masyarakat selong juga melakukan konvoi di jalanan, guna mengekspresikan kegembiraan mereka.

Pagi harinya kami sekeluarga malakukan Shalat Idul fitri yang dilaksanakan di Taman tugu Selong, taman tugu terletak di sebelah timur Masjid Raya Al-Mujahidin Selong, tahun ini memang agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mana tahun sebelumnya pelaksanaan shalat idul fitri dilaksanakan di dalam Masjid Raya, kemudian untuk tahun ini dilaksanakan di Taman Tugu. bagi saya pelaksanaan shalat idul fitri di lapangan memberikan suasana yang berbeda dan memang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dilaksanakan di tanah lapang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang saya kutip dari almanhaj.or.id:

Disunnahkan bagi imam atau wakilnya untuk berangkat menunaikan shalat ‘Ied di tanah lapang dan tidak ke masjid, kecuali karena alasan tertentu. [1]

Dan dikecualikan dari demikian yaitu yang berdiam di Makkah yang semoga Allah tambahkan padanya kemuliaan. Oleh karena itu tidak pernah sampai kepada kita satu (riwayat) pun dari pendahulu mereka, bahwa mereka shalat kecuali di masjid mereka (Masjidil Haram) [2]

Dan dalil shalat dua hari raya di lapangan diantaranya :

[1]. Riwayat yang telah lewat pada hadits Ummu ‘Athiyyah mengenai perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluar (shalat) ke lapangan.

[2]. Riwayat yang datang dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika keluar (shalat) di hari Raya, beliau menyuruh menancapkan tombak, lalu meletakkannya di antara tangannya, lalu ia shalat menghadapnya dan para sahabat (mengikuti) di belakangnya. Hal ini dilakukannya sewaktu bepergian, kemudian para pemimpin mengikuti (sunnah) tersebut.

Dalam riwayat lain, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menancapkan tombak di depannya pada ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adha kemudian beliau shalat.

Dan dalam riwayat lain :

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berangkat shalat ke lapangan, dan tombak kecil ada ditangannya, ia membawa dan menancapkannya di lapangan, lalu ia shalat menghadapnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim] [3]

[Disalin dari kitab Bughyatul Mutathawwi’ Fii Shalaatit Tathawwu’, edisi Indonesia Meneladani Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Penulis Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i]

Diantara pejabat yang hadir bersama masyarakat dalam pelaksanaan idul fitri ini diantaranya adalah :
Bupati Ali Bin Dahlan, Wakil Bupati Choirul Warisin dan sejumlah pejabat dilingkungan pemerintah Lombok timur.

Semoga amal ibadah yang telah kita lakukan selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan diterima oleh Alloh SWT, serta menambah ketaqwaan kita kepadaNya.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H



Salah Setting Waktu


Pagi itu sekitar pukul 7.30 (menurut handphone) saya mendapat panggilan telepon dari orang tua, menanyakan perihal tentang perkuliahan dan pekerjaan, beliau hanya ingin memastikan kalau saya sudah menerima gaji atau belum.  walaupun baru bangun dari "tidur lanjutan", saya menjawabnya dengan intonasi suara yang cukup fresh, supaya tidak terkesan baru bangun. maklum orang tua biasanya akan marah kalau waktu pagi digunakan untuk tidur. Saya juga belum bisa menghentikan kebiasaan bergadang sampai larut malam,karena banyaknya tugas yang harus diselesaikan.

Sambil melihat jam di Handphone, jam sudah menunjukkan pukul 7.31..!!!! alangkah terkejutnya saya, karena ada kelas Antena pukul 07.30. masih dalam keadaan intonasi fresh saya menjawab pertanyaan orang tua "iya pak... saya sudah terima, etc......." . karena bapak tau saya ada kelas pukul 7.30, beliau segera mengakhiri telponnya dengan wassalam.

Saya kembali mencoba untuk melihat jam di Handhphone, jam sudah menunjukkan pukul 07.35 menit..!!!!, saya makin kaget..!!!, karena manasin sepeda motor pun belum apalagi mandi. setelah menimbang dan berdiskusi dengan diri sendiri akhirnya saya memutuskan untuk segera manasin sepeda motor kemudian mandi seadanya alias cuci muka :D, sambil bergegas mengganti pakaian saya melihat jam kembali, sudah menunjukkan pukul 07.50. kini saya membutuhkan waktu 10 menit untuk tiba di kampus, biasanya saya menghabiskan waktu perjalanan dari dieng dan kampus brawijaya butuh 15 menit dengan kecepatan standard menerobos macetnya jalanan kota Malang.

Ssssssst.......... tancap gas, dengan kecepatan diluar kebiasaan, akhirnya sampailah saya di kampus tercinta, yang Insya Alloh tinggal 1,5 tahun lagi saya akan meninggalkannya. menaiki tangga elektro cukup membuat tubuh sedikit berkeringat, yah.. hitung-hitung buat olahraga pagi. sampai di ruang A.1.2, menengok sana sini dari luar ruangan, ternyata lampu ruangannya masih belum dinyalakan, kalau ada perkuliahan biasanya ruangan ini disertai sorotan lampu. penghuni ruangan pun enggak ada. sambil bergumam.... saya putuskan untuk kembali ke ruangan bawah, ternyata disana keadaannya sama juga dengan ruangan yang diatas. Hemmmmmmm..... entah kemana ini orang-orang... kendaraan juga masih terlihat lengang di parkiran.

Jam di Handphone sudah menunjukkan pukul 08.13, saya masih memikirkan kira-kira ruangan mana yang dipakai untuk perkuliahan, atau mungkin hari ini tidak ada perkuliahan. bosan lama berpikir, akhirnya pertanyaan baru datang, bisa jadi jam di handphone salah setting....???
tanpa lama berpikir, saya langsung bertanya ke seorang adik tingkat yang kebetulan duduk tidak jauh dari tempat saya berdiri, ternyata dugaan saya benar. jam di handphone saya salah setting. artinya saya kepagian. yah... sudah buru-buru, kebut-kebutan tau taunya datang kepagian.

Maha benar Alloh, "Setiap kejadian ada hikmahnya" kira-kira kalimat inilah yang saya ingat ketika ditraktir makan di perpustakaan oleh ketua kelas dalam rangka hari kelahirannya. mungkin inilah salah satu dari hikmahnya saya datang kepagian ke kampus :). 


@ Gazebo perpustakaan Brawijaya

Ket: Sumber Gambar eramuslim.com

Tradisi Maulid Nabi di Dasan Agung Mataram

Sore tadi saya menerima SMS dari orang terdekat saya di kampus, yang sedang pulang liburan ke kampung halamannya di Kota Mataram, SMS yang dikirimnya membuat saya terkejut.  Isi SMS nya adalah sebagai berikut :

"Kak, saya takut melewati dasan agung, banyak orang mabuk di jalanan memperingat maulid Nabi, sampai-sampai ada polisi ditikam "
Melihat SMS seperti itu membuat saya bertanya tanya dalam hati, apakah betul apa yang dikatakannya ?, kemudian untuk membuktikan perkataannya, saya langsung berselancar di mesin pencari Google,ternyata  apa yang dikatakan teman saya tadi sama persis dengan apa yang ditulis oleh seorang blogger http://mauliddasanagung.blogspot.com/ , saya hanya bisa geleng-geleng kepala.
apakah memang seperti itu perayaan maulid nabi SAW ? yang dirayakan dengan arak-arakan dijalanan sambil minum-minuman keras diikuti dengan musik-musik dugem. Naudzubillah..........








Berikut saya petik tulisan dari http://mauliddasanagung.blogspot.com/ dan http://darulhikmahgapuki.blogspot.com/2013/01/maulid-nabi-muda-mabok-di-jalan-yang.html "

"Dasan Agung yang terletak di tengah-tengah kota Mataram merupakan “Betawinya” Kota Mataram karena disana masih terpeliharan tradisi nenek moyang hingga sekarang. walaupun posisinya yang strategis berada di tengah kota, namun tidak menyebabkan masyarakatnya serta merta melupakan tradisi yang sudah turun temurun itu. Bila tradisi yang terpelihara sesuai dengan norma agam Islam maka itu sangat bagus dan perlu di pelihara tapi bila menyalahi norma agama Islam justru tradisi yang jelek itu yang harus di hilangkan.  Mengenai tradisi yang terperlihara sampai sekarang adalah berupa Maulid Nabi Muhammad SAW yang di warnai dengan perbuatan yang berlawanan dengan norma agama berupa mabuk-mabukan sewaktu mengiringi pereje(kuda-kudaan yang dibopong oleh 4 pemuda dan di atasnya ada anak kecil yang akan disunat duduk) inilah yang menyebabkan Kelurahan Dasan Agung terkenal. Tidak hanya para pemuda yang mabuk-mabukan tapi anak kecil yang masih sekolah di tingkat SD pun mengikuti para pemuda untuk mabuk-mabukan. Hal ini sering timbul pertanyaan dari masyarakat di luar Dasan Agung, apakah orang tua anak sekolah tersebut tidak memarahi anaknya?? Dan bagaimana peran Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dalam kejadian mabuk-mabukan waktu peringatan Maulid Nabi? Dengan ungkapan yang sudah umum “SEKALI SETAHUN…” setiap perayaan maulid Nabi, sebagian  orang tua akan cuek melihat kelakuan anaknya dan malah orang tua tersebut yang menyuruh dan mendukung anaknya untuk berbuat seperti itu. Hal ini bisa dilihat dengan semakin banyaknya anak-anak kecil yang menyemir rambutnya dengan warna warni mulai dari yang harganya murah ampe yang mahal, mereka ikut bergoyang ria di jalanan sambil mengiringi pereje (kuda-kudaan), mulai mencoba merokok, mencoba minum-minuman keras(minum Tuak) plus libur sholat 5 waktu. NA’UDZUBILLAAHI MINJALIK. Pernah dua kali menurut penulis ketahui para tokoh agama dan tokoh masyarakat bersepakat dalam musyawarah di masjid untuk meniadakan pereje tersebut namun setelah keluar dari masjid, tokoh agama dan masyarakat yang semula mendukung  ternyata banyak yang tidak mengikuti hasil kesepakatan bersama. Tokoh agama yang di komandoi oleh penghulu waktu itu justru takut untuk mendukung meniadakan pereje tersebut, alasannya karena takut  ancaman dari sebagian kecil masyarakat yang tidak akan menaikkan DULANG DI MASJID jika pereje tersebut di tiadakan. Sedangkan tokoh masyarakat yang konsekuen mendukung pereje di tiadakan dalam peringatan Maulid Nabi, menjadi bahan gunjingan dan ejekan. Malah yang lebih jahilnya lagi di depan rumah tokoh masyarakat yang konsekuen itu di tumpahi minuman tuak yang memabukkan tersebut dan pernah di rumah penulis sendiri ada anak muda yang mabuk yang sengaja masuk untuk memancing orang tua penulis. Untung keburu di ajak keluar oleh temannya waktu itu. Kini tokoh agama dan masyarakat yang ada sudah tidak bisa “mengaum” lagi dan tidak ada lagi yang keras menolak pereje yang di iringi dengan mabuk-mabukan. Hal ini di sebabkan karena :  Tokoh agama dan masyarakat yang keras tidak setuju pereje di adakan setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW telah meninggal dunia. Tokoh agama dan masyarakat sekarang kurang di dengar omongannya karena kurang tegas dalam mengambil sikap. Sebagian tokoh masyarakat yang dulu setuju pereje diadakan sekarang menjadi tokoh masyarakat dan tokoh agama. Awal mula adanya pereje terutama di lingkungan Gapuk yang penulis ketahui dan dengar dari orang tua, keluarga dan masyarakat bisa di kategorikan menjadi:

1.      Pereje tahap awal. Pada tahap ini masyarakat yang akan menyunatkan anaknya membuatkan pereje berupa banguan yang bernuansa islami seperti masjid, gapura dll. Iringan musiknya pun masih bernuansa islami seperti rudat, kasidah dll.

2.      Pereje tahap kedua. Pada tahap ini masyarakat sudah mulai malas membuatkan anaknya pereje yang bernuansa islami dan lebih senang menyewa yang sudah jadi seperti kuda-kudaan yang menyerupai patung. Speaker merk TOA pada tahap ini dah menjadi booming tuk digunakan dan alunan musiknya pun dah mulai diganti yang semula musik islami menjadi musik gendang beleq yang menyerupai musik orang Hindu. Dengan masuknya musik gendang beleq dalam pereje tersebut, otomatis nuansa keislaman pada pereje yang di adakan menjadi hilang dan berubah menjadi nuansa kehinduaan. Hal ini mengungkit memori para tokoh agama dan masyarakat akan nasib orang tua pada jaman penjajahan kerajaan hindu di dasan agung. Pada tahap ini juga masyarakat yang masih lemah agamanya mulai mengkonsumsi minuman keras (minum Tuak).

3.      Pereje tahap ketiga. Pada tahap ketiga atau sekarang ini pereje tetap menggunakan kuda-kudaan dan musik yang mengiringi pereje pun mengalami perubahan dratis. Yang semula musiknya menggunakan gendang beleq telah diganti dengan musik dangdut cabul, pop, rock dll. Sound system yang digunakan untuk mengiringi pereje mendekati sound system pada diskotik. Sehingga banyak masyarakat di luar dasan Agung mengatakan diskotik berjalan bila ada pereje. Pada tahap ini ini juga sudah mulai adanya pengkaderan bagi anak-anak pra sekolah sampe SMA. Hal ini bisa dilihat dengan keterlibatan anak-anak pra sekolah ketika mengiringi pereje di jalanan. Anak-anak ini otomatis akan meliburkan diri dari kegiatan sekolah dan yang sudah baligh pun otomatis akan meliburkan diri dari kegiatan sekolah dan sholat.

Tradisi yang sudah mendarah daging ini  tidak bisa langsung di hapuskan karena banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa masyarkat masih kuat mempertahankan tradisi ini terutama dengan adanya pereje setiap perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, bila akan menghentikan pereje di lingkungan Gapuk maka sebagian masyarakat mengancam tidak akan menaikkan dulang ke masjid, orang tua semakin banyak yang sengaja menyewa pereje sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan dari tokoh  agama dan masyarakat dan orang-orang yang mabuk pada waktu pereje di arak baik pada waktu malam maupun pagi semakin banyak malah sampai mengundang dari luar lingkungan Gapuk untuk ikut mabuk-mabukan pada waktu itu. Maka para tokoh agama dan masyarakat sekarang ini memilih menggunakan alternatif terakhir dalam menyikapi tradisi mabuk pada perayaan Maulid Nabi dengan berdiam diri. Tidak melarang dan tidak menganjurkan. Harapan dan do’a dihati para tokoh agama dan masyarakat agar orang yang sekarang mabuk-mabukan yang menghina hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bisa sadar sendiri atau ajal yang menjemput mereka biar berkurang yang menghina kelahiran Nabi Muhammada SAW.  Semoga suatu saat nanti masyarakat Dasan Agung bisa total memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tanpa ada yang melanggar perintah agama"










Sumber foto :


Melihat ungkapan seorang blogger diatas membuat saya prihatin juga melihat kondisi yang ada disana, seakan akan Mataram adalah milik sekelompok orang, dan tidak ada orang yang mampu untuk menghentikannya.


Pramuka

Sumber  Gambar: berandagontor.blogspot.com
 Hari ini saya teringat kenangan beberapa tahun yang lalu saat ikut bergabung dalam kesatuan Pramuka, mulai dari SD hingga KMI selalu setia mengikuti segala kegiatannya, apalagi di KMI,pramuka adalah salah satu Eskul yang harus diikuti oleh para siswa. Hari kamis adalah hari bahagia bagi Siswa KMI karena selain ada jadwal Latihan pramuka juga jam pelajaran dikelas selesainya lebih pagi,sehingga ada waktu buat tidur (karena tidur di KMI adalah sesuatu yang sangat berharga).

Kami Latihan Pramuka setiap hari kamis mulai dari pukul 13.00 hingga pkl 16.00, morse, semaphore, mapping,tali temali dan baris berbaris sudah menjadi makanan rutin setiap pekan. bagi siswa KMI hidup penuh disiplin sudah menjadi kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari.
Yang sangat berkesan bagi saya selama mengikuti Pramuka adalah Jurit Malam. jurit malam rutin dilakukan 2 kali setahun, biasanya pengumuman jurit malam sengaja dadakan dan biasanya diumumkan sehabis pentas Panggung Gembira. 

Jurit malam adalah perjalanan dilakukan malam hari dan harus memperispkan fisik dan mental yang kuat. Waktu itu saya memiliki teman Bencong dan sangat anti scouting, ya bisa dimaklumi ya karena memang jurit malam itu menyeramkan....!!!! , para senior mengumumkan untuk mengenakan perlengkapan pramuka sebelum tidur. mendengar pengumuman itu saja kami sudah terkejut,apalagi temen saya yang satu itu sampai nangis dan tidak bisa tidur. jam 10 malam kami diharuskan tidur dan dibangunkan satu persatu pd pkl 01.00, suasana dingin pondok menusuk sampai ke tulang,belum lagi sebelum berangkat jurit disuruh PBB. berjalanlah kami satu persatu melewati kebun,sawah,sungai ditemani suara lolongan anjing dan teriakan teman-teman yang menjerit ketakutan. bayangkan saja bagaimana rasanya melihat pocong bergelantungan,mayat bangkit dari kuburan,ditambah lg suasana dan bau wewangian yang menyeramkan,entah bagaimana kakak2 senior mendesainnya sedemikian rupa. belum lagi harus melewati sungai dan tiarap di lumpur.sungguh "menyakitkan". apalagi nih saat melewati kuburan,"mayat" berserakan..iiich..... mengerikan. lelah luar biasa namun di akhirnya mengasyikkan.

itulah sebagian dari kenangan selama berada di kesatuan pramuka.

SELAMAT HARI PRAMUKA...

Belajar Ilmu Sampah di BSM


Kisah KKN (Tahun 2013) menyimpan sejuta kesan dan pengalaman yang tidak bisa dilupakan, salah satunya adalah kunjungan saya ke Bank Sampah Kota Malang, bersama dengan salah seorang rekan kerja di Pos Daya Lingkungan kelompok KKN I, kami berangkat menyusuri kemacetan Kota Malang dari Ketindan lokasi kelompok KKN 1 menuju Kota Malang yaitu tempat Bank Sampah berkantor. Sesampainya kami di Bank Sampah ternyata bukan hanya kami saja yang ingin "mengorek" informasi tentang bank sampah itu , namun beberapa pengunjung yang saya lihat ternyata banyak yang datang dari luar daerah, termasuk Bandung, Jakarta dan daerah lainnya, mereka datang belajar tentang ilmu Sampah.

Bagi yang baru pertama kali mendengar BANK SAMPAH pasti akan sedikit terheran, tidak terkecuali dengan saya yang baru pertama kali datang ke kantor Bank Sampah walaupun sebenarnya hanya 2 KM dari kampus Unmer. Bank sampah ini memiliki "guide" tersendiri yang bertugas untuk melayani para pengunjung yang datang, dinding-dinding tembok BSM terpampang berbagai jenis sampah anorganik lengkap dengan harganya, di sebelah barat terdapat berbagai produk kerajinan sampah seperti tas, sandal, pakaian, songkok, dompet dll kesemuanya itu terbuat dari sampah. 

BSM Malang

Bank Sampah ini tidak jauh berbeda dengan fungsi bank secara umum, hanya saja yang membedakannya adalah segala transasksinya menggunakan sampah, menabung untuk menghasilkan uang menggunakan sampah, biaya dokter dengan sampah, bahkan ada asuransi dengan sampah juga. Selain itu Bank Sampah juga membuka ilmu persampahan yang mempunyai nilai ekonomis , sehingga bagi Pemerintah Daerah atau komunitas lingkungan maupun organisasi pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat magang ke BSM atau BSM berbagi pengalaman dalam kegiatan Seminar, Semiloka, Workshop, Pelatihan, dll.

Sampah kini jadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup di Indonesia. Bila tidak dikelola dengan baik, beberapa tahun mendatang sekitar 250 Juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah. Menurut catatan Kementerian Lingkungan hidup pada th 2012 penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah per hari atau 625 juta liter dari jumlah total penduduk. Kondisi ini akan terus bertambah sesuai dengan kondisi lingkungannya, apabila tidak ada kesadaran diri untuk mengurangi dampak negatif penumpukan sampah, maka suatu saat kita hidup dilingkungan yang penuh dengan sampah


Jamali teman akrab

Hari Lahir


Hari Kamis 21 April yang lalu seorang anak dilahirkan dari sosok Ibu yang selalu sabar dalam menjalani hidupnya, di sebuah perumahan dinas yang jauh dari keramaian warga, yang sepi dari keramaian perkotaan, setiap malam yang terdengar hanya suara jangkrik dan makhluk-mahkluk yang beraktivitas pada malam hari , namun malam itu terlihat berbeda dari malam-malam biasanya, tangisan si anak yang baru mencium dunia membuat malam itu riang disambut ketawa gembira para aggota keluarga. 

Sang Ibu yang baru saja berjuang mempertaruhkan nyawa hanya bisa tersenyum sambil memeluk anak yang baru dilahirkannya, tidak ada raut kesakitan dari wajahnya, seakan-akan rasa sakit yang ia alami selama berjam-jam telah sirna melihat wajah anak kecil yang lucu dan imut. Semua anggota keluarga yang hadir pada saat itu menyambut si bayi dengan riang gembira, dan berusaha untuk bisa menggendong dan menciumnya. Lalu anak yang masih suci itu diazankan oleh bapaknya untuk memenuhi sunnah Rasulullah SAW, mungkin itulah suara yang pertama kali didengar oleh si kecil.

Empat bulan kemudian, bayi itu dibawa oleh kedua orang tuanya untuk pindah tempat domisili, karena tuntutan pekerjaan yang harus dijalani sebagai abdi Negara. Anak itu dibesarkan diperumahan Negara hingga ia beranjak dewasa, sehingga sikap dan kepribadiannya banyak dipengaruhi oleh lingkungan dinas.

Kini anak itu telah tumbuh menjadi seorang pemuda dan secara kebetulan akan menamatkan pendidikan S1 nya pada bulan April ini. Sungguh nikmat yang luar biasa yang dikaruniai Alloh SWT. Semoga pemuda itu bisa menerapkan ilmu yang ia miliki untuk agama, nusa dan bangsa.









Idul Fitri 1434 H



Masjid Agung Al-Mujahidin Selong | Sumber : Rooney Emboung


Sebelumnya saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah, Mohon maaf lahir dan batin, semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima disisiNYA, Amin ya Robbal alamin.
Lebaran bersama keluarga merupakan dambaan setiap  orang, begitu juga dengan diri saya pribadi, 2 tahun yang lalu saya menunaikan ibadah idul fitri di masjid Agung Al-Mujahidin Selong, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya saya selalu menunaikan Ibadah shalat Ied di Masjid Pusaka Ketangga Suela.

Waktu Pelaksanaan Shalat Ied di Masjid Agung Al-Mujahidin berbeda dengan masjid-masjid lain di Lombok, waktu pelaksaannya mirip dengan waktu pelaksaan shalat Ied di Kota Malang yaitu dimulai pada pukul 06.45. Masjid Agung Al-Mujahidin merupakan Masjid terbesar di Lombok timur, dan kedua terbesar setelah masjid Raya Mataram.  Bagian dalam dan lapangan Masjid penuh dengan jamaah yang akan melaksanakan shalat Ied.

Selaku Khatib Idul Fitri pada tahun ini adalah Bupati Lombok Timur Drs. H.M. Sukiman Azmi. MM, Bupati yang masa jabatannya tinggal menghitung hari ini menyampaikan banyak hal tentang parameter keberhasilan puasa seseorang ditinjau dari segala sudut pandang, berikut merupakan petikan dari khutbah beliau :

1.    Puasa ditinjau dari Ilmu kesehatan, akan membuat orang yang berpuasa tersebut sehat, sehat jasmani dan sehat rohani. 

2.    Sikap bijaksana akan tumbuh dari pikiran yang jernih, untuk mendapatakn pikiran yang jernih maka perlu pendekatan kepada sang Ilahi.

3.    Bekerjalah untuk mendapatkan ridha ilahi, yaitu bekerja dengan niatan lillahitaala dan untuk kemaslahatan orang banyak

Jamaah khusu` menyimak khutbah sang Bupati yang berdurasi kurang lebih 30 menit, ini mungkin kali terakhir pak bupati berbicara langsung didepan khalayak umum dalam jabatannya sebagai bupati Lombok timur karena tinggal beberapa hari lagi beliau sudah meletakkan jabatannya sebagai Bupati Lombok Timur periode 2008/2013. Beliau harus menerima kekalahannya dari pasangan Al-Khair (Ali Bin Dahlan – Khairul Warisin) pada pilkada yang dihelat bulan Mei lalu. 

Foto Situasi Pelaksanaan Shalat Ied di Masjid Al-Mujahidin Selong Lombok Timur 








Mudik Lebaran 2013



Bus yang saya gunakan mudik


Mudik Lebaran adalah salah satu rutinitas tahunan masyarakat Indonesia khususnya yang berada diluar daerah,  rasa kangen dengan kampung halaman akan terobati apabila telah bertemu dengan sanak keluarga, dan sahabat begitu pula yang saya alami setiap kali mudik, setelah dua kali lebaran tidak pulang rasanya berat untuk tidak mudik tahun ini, walaupun sebenarnya banyak sekali pekerjaan kampus yang harus saya selesaikan, mulai dari persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN), SAMBA (Sambut Mahasiswa Baru ), dan kegiatan di Alief Foundation. 

Saya mudik pada hari ke 22 dari bulan Ramadan atau yang bertepatan dengan tanggal 31 Juli 2013, dengan menggunakan jasa angkutan Bus Titian Mas salah satu bus yang memiliki rute Malang-Lombok. Perjalanan kali ini cukup menyenangkan, karena belum terlihat adanya kemacetan yang berarti. Di Pelabuhan pun keadaannya masih normal.
Seperti biasa yang menjemput diterminal Mandalika seorang rekan Pondok dulu sewaktu sekolah di KMI, dan tak lupa juga saya menyempatkan diri untuk mampir di Pondok, tiba di Pondok ingatan dalam memori saya mulai mengingat masa-masa lalu saat mengenyam pendidikan disini tatkala melihat para santri dan sntriwati melakukan aktivitasnya, sesekali saya berdialog bersama mereka dengan menggunakan bahhasa Arab dan Inggris untukk mengingat kosa kata yang telah banyak hilang.

Saya berangkat dari Pondok pukul 21.30 dan tiba di rumah selong pada pukul 22.15. sesampai di rumah saya langsung memeluk orang tua dan adik-adik untuk mengobati rasa kangen. Adik-adik sibuk membongkar isi tas dan barag bawaan karena sudah tidak sabar melihat oleh-oleh. Saya sendiri sibuk bercengkrama dengan bapak dan ibu diruang tamu, menceritakan tentang kuliah dan aktivitas yang saya lakukan didalam dan diluar kampus. Sungguh asyik dan bahagia rasanya berjumpa dengan keluarga.

Ramadan di Kota Malang

Masjid Abu Bakar Assidiq Puncak Dieng | Sumber Indra M

Empat  tahun di kota malang rasanya sudah cukup untuk menempuh kuliah es satu (S1), dan ini mungkin ramadan terakhirku di Kota Malang, ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dengan ramadan tiga tahun yang lalu, setiap harinya berbuka di Masjid kampus bersama rekan-rekan civitas akademika Universitas Merdeka Malang yang mana selaku panitianya langsung dihandle oleh Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al-Huda. Untuk mencari sensasi baru terkadang aku berbuka di  Masjid Abu Bakar Assiddiq Perumahan Ekslusif Puncak Dieng demikian juga dengan Shalat Tarawih.

Karena ini mungkin adalah Ramadan terakhirku,  ku sempatkan diri untuk tarawih dari masjid yang satu ke masjid yang lain di Kota malang, diantaranya adalah Masjid Jami` Kota Malang, masjid Annur  kampung Arab, Masjid Abu Bakar Ash-Siddiq Perumahan Puncak Dieng Ekslusif, Masjid Abu dzar al-gifari Perum griya Santha dan tentunya Masjid Kampus Unmer. Untuk tahun ini Kota Malang kedatangan dua orang Syaikh dari Universitas Ummul Quro` Makkah berkat kerjasama dari beberapa Masjid di kota Malang diantaranya Masjid Al-Gifari, Al-Umm,Al-Ikhlas, Abu Bakar, Annur dan masjid-masjid lainnya. Selain sebagai Imam shalat tarawih juga memberikan kesempatan bagi para Huffadz untuk mendapatakn Ijazah sanad sebagai seorang hafidz.

Setiap sore jalanan di kota malang ramai dengan pengendara yang akan mempersiapkan untuk berbuka puasa. Jalan Soekarano hatta tak luput dari kemacetan, apalagi setelah dipasangnya Traffic light diujung jembatan sebelah kiri dan ditutupnya gate Selatan Universitas brawijaya . Pasar besar dan mall-mall pun terasa sesak dengan banyaknya pengunjung untuk persiapan menyambut  lebaran.

Untuk makan sahur aku bersama rekan-rekan LDK lebih memilih masak sendiri dan membeli lauk masakan padang yang masih segar di jalan galunggung, terkadang membuat lauk sendiri dengan membeli sayur mayor dan ikan di Pasar Mergan. Pasar Mergan adalah salah satu pasar yang bias dikatakan beroperasi 24 jam, terkadang miris melihat ibu-ibu yang berjualan ditengah larut malam, tidak jarang diantara mereka berjualan sambil ngangguk-ngangguk karena mengantuk.

Pada kesempatan lain, aku menyempatkan diri untuk menghadiri ceramah dari salah satu syaikh Hafidzul Qur`an dari salah satu masjid terbesar di Jalur gaza Palestina, nama beliau adalah : Syaikh Anjad Zakaria Abu Khalifah, berikut adalah petikan singkat dari ceramah beliau yang kebanyakan menceritakan tentang perkembangan terkini Palestina khususnya Jalur Gaza :


Syaikh Anjad Zakaria Abu Khalifah

1.    Keadaan Jalur Gaza kini makin mencekam setelah tergulingnya Presiden Mesir Mohamed Morsi, sering terjadi pemadaman listrik, karena pasokan minyak dari Mesir terhambat.

2.    Minimnya Sembako dan kebutuhan lainnya, karena pintuu Rafah yang biasanya pada pemerintahan Morsi dibuka lebar, kini masyarakat Gaza gigit jari, demikian juga dengan banyaknya trowongan yang menghubungkan Gaza-Mesir banyak dihancurkan Militer Mesir dengan alasan menghambat jalannya Teroris.

3.    “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”, Hukum membantu saudara sesama muslim di Palestina merupakan fardu `ain, apapun itu bentuknya, selemah-selamah cara membantu saudara kita adalah dengan Do`a.


4.    Masjid Al-Aqsha merupakan salah satu dari tiga Masjid yang disucikan, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsha yang kini dalam cengkraman Zionis Israel, dibawah bangunan masjid Al-Aqsha diabngun terowongan besar, sehingga membuat tembok-tembok masjid Al-Aqsha retak, dan suatu saat mungkin akan runtuh. Sebagian besar Negara Arab saat ini tutup mata melihat anak-anak, perempuan palestina dibantai, ditahan, dipenjara, mereka menutup telinga dari jeritan rakyat palestina yang kelaparan, hidup dalam blockade terroris Israel.

5.    Rakyat Palestina sangat mencintai rakyat Indonesia, banyak bantuan yang mereka terima dari Indonesia, Rumah Sakit dan sekolah Indonesia pun bisa ditemukan di Palestina.
Itulah sekelumit aktivitasku selama Ramadan di Kota Malang, Kota nan nyaman sejuk dan asri. 

Semoga Alloh menakdirkan aku untuk kembali lagi di Kota ini.
Salam Satu Jiwa…!!!!!!!!!!!!
AREMA