Takbiran
Takbiran | Sumber Gambar : |
Beberapa hari setelah ditetapkannya awal Ramadhan oleh pemerintah, saya ditunjukkan sejumlah Video takbiran oleh salah seorang teman kampus yang baru saja selesai didownload dari situs Youtube, disodorkannya saya video tersebut bukan untuk meminta saya mengkritisinya namun untuk menikmatinya, maklum rata-rata diantara kami memang sedang berencana mengikuti takbiran keliling di kampung halaman masing-masing. Ya, akhirnya saya bukalah video tersebut satu persatu. Biasanya kalau saya mendengar takbiran hati langsung tersentuh akan kebesaran kalimat keagungan Alloh itu, namun kali ini saya sedikit terkejut dengan lantunan musik yang mengikuti kalimat agung yang sudah menjadi lantunan wajib ketika perayaan Idul adha dan idul Fitri, musik yang mengikuti lantunan takbir itu pun sangat variatif, mulai dari versi dangdut, koplo, pop, rock, DJ, hingga Mix House.
Takbir yang
semula adalah Allohu Akbar diubah –ubah supaya sinkron dengan alunan musik
(Lihat Takbiran versi House Mix), apakah itu tidak dinamakan mempermainkan Nama
keagungan Alloh SWT ?, perbuatan tersebut bisa jadi dilakukan karena minimnya
pengetahuan agama, sehingga belum mengetahui mana yang boleh dikategorikan seni
atau tidak. Atau bisa jadi yang berbuat demikian adalah segolongan orang yang
sengaja untuk memperolok olok Islam.
Saya masih teringat dengan
keputusan salah satu gubernur yang malarang warganya untuk melakukan takbiran
keliling, padahal kegiatan takbiran keliling sudah menjadi adat kebiasaan
masyarakat untuk mengekspresikan rasa kegembiraan akan datangnya hari kemenangan,
bahkan ada juga yang sampai melarang takbiran menggunakan alat pengeras suara
di masjid-masjid padahal masyarakat sekitar tidak mempermasalahkannya, toh itu juga
dilakukan sekali setahun. Bayangkan saja bagaimana rasanya malam lebaran tanpa
ada keramaian lantunan takbir.
Nah, bagaimana dengan konvoi keliling perayaan
tahun baru masehi ? seluruh masyarakat tumpah ruah ke jalan malah tidak
dilarang, Bahkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sampai ikut larutdalam perayaan tahun baru. Sangat aneh ketika umat merayakan takbiran cenderung
dibatasi. Terlepas dari motif
Jokowi, larangan takbir keliling menjadi janggal karena tradisi takbir keliling
sudah membudaya dalam masyarakat Indonesia. Jokowi harusnya lebih peka melihat
semangat keberagaman masyakarat ketimbang menguar ego pribadi.
Kalimat Takbir ternyata bukan hanya lantunan biasa, namun menyimpan
banyak makna yang terkandung didalamnya sehingga sangat salah orang yang
mempermainkannya, kalimat takbir menyimpan rahasia yang amat dahsyat melebihi
kata Merdeka!!! Atau Indonesia Hebat!!!, dulu para pejuang kita biasa
mengumandangkan kalimat takbir untuk menyemangati masyarakat mengusir penjajah
dari tanah air, bisa dikatakan yang membuat para penjajah lari tunggang
langgang adalah karena kalimat takbir ini.
Sama sama
ReplyDelete